Rabu, 03 November 2010

Megapa Harus Geografi??

Mungkin beberapa siswa lebih mementingkan nilai Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, serta IPA yang merupakan mata pelajaran yang "bergengsi" di mata siswa, orang tua dan juga para guru,,, Well,tidak ada yang salah dengan itu. Namun kita sering lupa, bahwa sebenarnya ada satu ilmu yang khususnya bagi negara Indonesia, sangat penting untuk dipahami. Begitu pentingnya sebab di negara dengan kondisi geografis dan geologis seperti ini, akan sangat berbahaya jika mayoritas penduduknya sama sekali "buta" akan ilmu ke Geografian,, Oke, memang di artikel sebelumya dijelaskan bagaimana cakupan Geografi sangat luas, dilihat dari pengertiannya saja kita sudah tahu,, ilmu yang mempelajari tentang persamaan dan perbedaan permukaan bumi dan aspek-aspek yang mempengaruhi, sangat rumit bukan? akan tetapi setidaknya kita mengerti tentang beberapa cabang ilmu geografi,, sesuai minat masing-masing tentunya. Mengapa? Karena Indonesia adalah negara dengan daerah-daerah yang sangat mudah disapa oleh banyak bencana, diantaranya gempa bumi dan tsunami (geomorfologi), gunung meletus(geologi), Angin puting beliung (Meteorologi dan Klimatologi), tanah longsor dan banjir (Hidrologi), termasuk kegagalan Pemerintah dalam menata ruang kota (Penginderaan Jauh), tingginya angka urbanisasi yang menyebabkan banyaknya angka pengangguran dan sampah masyarakat (Geografi Desa Kota), Peledakan jumlah penduduk (Demografi), dan masih banyak lagi. Memang ilmu-ilmu tersebut baru didapatkan di jenjang perguruan tinggi itupun yang mengambil jurusan tertentu. Tetapi setidaknya dari SD para siswa sudah mengerti sejak dini mengenai fenomena geografi, dari SMP para siswa telah memahami bagaimana menyikapi adanya fenomena geografi tertentu, dan sejak dari SMA para siswa telah mampu menganalisa dan mengambil tindakan tertentu untuk menyikapi fenomena geografi,, meski hanya dalam taraf yang sederhana. Itulah tujuan sebenarnya dari Geografi kepada masyarakat, karena semua lapisan masyarakat tinggal di bumi , maka mereka semua juga harus mengerti tentang bumi! dari mana...?? tentu saja dari Geografi. 

Di bawah ini adalah suatu artikel dari sebuah situs berita internet, just read!


SELAMA 381 TAHUN, INDONESIA DILANDA 171 TSUNAMI

Indonesia berada di atas tanah yang tidak stabil.Karena itu, tak heran jika negeri ini kerap dilanda letusan gunung, gempa, tsunami, dan tanah longsor

Menurut catatan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), sejak 1629 hingga 2010 ini atau dalam kurun 381 tahun, tsunami sudah terjadi sebanyak 171 kali di Indonesia.

Karena itu, perhatian serius harus diberikan kepada warga yang tinggal di sepanjang pesisir pantai daerah-daerah yang rawan terjadi tsunami. BNPB mencatat ada 150 kota dan kabupaten di Indonesia dari Aceh hingga Papua yang rawan bencana terjangan ombak pasca-gempa tersebut.

“Masyarakat yang tinggal di sepanjang pantai cukup banyak, khususnya daerah sekitar pantai barat Sumatera Barat, hampir 800 ribu jiwa,” ujar Direktur Pengurangan Risiko Bencana BNPB Sutopo Purwo Nugroho saat ditemui okezone di kantornya, Jalan Juanda, Jakarta Pusat, Rabu (3/11/2010).

Pemerintah, lanjut Sutopo, tidak mungkin merelokasi seluruh warga yang tinggal di sepanjang pesisir karena membutuhkan dana besar. Tak hanya itu relokasi besar-besaran juga akan menimbulkan potensi konflik sosial.

“Yang bisa kita lakukan adalah bagaimana memberikan sosialisasi secara terus menerus kepada masyarakat untuk meningkatkan kesiap-siagaan. Memberikan peringatan dini potensi terjadinya tsunami. Selain itu kita juga meningkatkan kemampuan Iptek dalam penanggulangan tsunami,” terang Sutopo.

Sementara itu untuk wilayah Kepulauan Mentawai yang diprediksi masih akan diguncang gempa 8,8 skala richter, Sutopo mengusulkan agar warga di pesisir dipindahkan ke wilayah lebih dalam.

“Pulau-pulau kecil, Pulau We, Siberut, Mentawai, Pagai, Sibora yang termasuk sangat rentan dengan tsunami, kita upayakan warga tidak tinggal di sepanjang pantai tersebut. Karena tipe tsunami di Indonesia bertipe lokal, yaitu sumber gempa dan sumber tsunaminya sangat berdekatan dengan pulau-pulau kecil,” beber Sutopo.

Wilayah ideal, menurut Sutopo, adalah lokasi yang jaraknya 1 jam dari peringatan adanya tsunami. “Berbeda dengan wilayah lain yang mungkin ada tenggat waktu antara gempa dan tsunami hingga 1 jam. Artinya masih ada waktu untuk evakuasi,” tuturnya.

Dia mengatakan, pengalaman saat gempa 25 Oktober lalu, permukiman di Pagai hanya berjarak lima menit dari hantaman tsunami pasca-gempa.

“Kemampuan teknologi kita dari BMKG dalam memberikan sistem informasi peringatan dini tsunami itu 4 menit 46 detik. Katakan masyarakat memperoleh informasi dalam 4 menit 46 detik sementara potensi tsunami hanya 5 menit, maka hanya ada tenggat waktu 14 detik. Suatu hal yang mustahil,” ucapnya.

Itu hanya satu contoh, banyak lagi yang bisa anda dapatkan di media-media bagaimana kondisi Indonesia saat ini. Pahamilah Geografi, maka bumi akan memahamimu.